Mau Sehat Sempurna? Baca Aldodokter

TBC dapat Terjadi pada Anak-Anak, Waspadai Gejala dan Penyebabnya.

1

Sebagai orang tua, memperhatikan kesehatan anak tentu menjadi prioritas. Saat ini Anda perlu mewaspadai bahaya TBC atau tuberkolusis yang disebut sebagai penyakit infeksi paling mematikan, bahkan dibandingkan AIDS dan malaria. Di tahun 2012, laporan mengenai anak yang mengalami TBC mencapai 8,2% . Rupanya saat ini sudah banyak kasus TBC pada anak yang memiiki permasalahan berbeda dengan TBC pada orang dewasa. Maka, Anda perlu belajar mengenali gejala atau infeksi TBC pada anak agar Anda tak terlambat menyadari dan dapat ditangai dokter dengan segera. Ada dua pendekatan yang daat Anda lakukan dengan mudah sebagai deteksi awal adanya TBC pada si kecil, pertama lakukan investigasi pada anak Anda yang mengalami kontak langsug dengan penderita TBC orang dewasa yang aktfi dan menular. Kedua anak datang ke pelayanan kesehatan dan memiliki tanda klinis serta gejala yang mengarah pada TBC.

Jika Anda memiliki kontak langsung dengan penderita TBC seperti tinggal serumah atau sering bertemu, maka periksakan si kecil segera untuk dilekukan skrining TB ataupun upaya pencegahan. Umumnya TBC yang dialami oleh orang dewasa, menunjukkan hasil pemeriksaan dahaknya terdapat kuman. TBC pad anak tidak menunjukkan gejala, namun anak yang rentan terkena kuman sebab metabolisme tubuh yang masih rentan perlu Anda periksakan untuk mengecek kondisi kesehatannya. Organ yang paling sering diserang kuman TBC adalah paru-paru. Maka waspadai jika anak mengalami gejala umum/sistemik yang terjadi pada organ paru-paru.

Pada orang dewasa, gejala utama yang dialami saat TBC adalah batuk yang lama, sedangkan pada anak tubuh yang kurus adalah gejala pertama yang dapat Anda kenali sebagai orang tua. Pertumbuhan si anak lebih kecil dari sebayanya. Berat badannya semakin turun hingga 2 sampai 3 bulan tanpa sebab yang jelas. Bahkan berat badan naik meski sudah dilakukan perbaikan gizi. Selanjutnya, anak terlihat lesu atau malas saat bekegiatan atau bermain dengan tidak aktif. Waspadai juga ketika si kecil mengalami batuk yang sangat lama bahkan hingga lebih dari 3 minggu. Batuk tidak reda dan bahkan semakin parah. Kemudian diikuti dengan sakit demam yang lama hingga dua minggu lebih, bahkan terus berulang. Umumnya, demam yang dirasakan tidak tinggi, hanya hangat badan namun berlangsung dalam jangka waktu lama yang disertai keringat malam. Demam yang dialami oleh si kecil, dapat disebabkan tipes, malaria ataupun infeksi saurah kemih.

Seluruh organ dalam tubuh, dapat diserang oleh kuman TBC, tak hanya pada paru-paru. Maka sering terjadi gejala khusus pada organ tertentu yan terkana infeksi kuman. Yaitu sebagai berikut.

1. Tuberkolusis selaput otak dan otak (Meningitis TBC)

Meningitis TB yaitu dimana umn TBC menyerang dan tersebar di otak. Anak Anda akan sering rewel, kaku, sakit kepala bahkan hingga kejang jika selaput otaknya sudah terinfeksi. Anak yang cenderung mudah mengantuk dan diam juga perlu diwaspadai sebab mengalami penurunan kesadaran.

2. Tuberkolusis pada Tulang

Tuberkolusis pada tulang terjadi pada beberapa bagian. TBS tulang panggul mengalami gejala gangguan berjalan, pincang serta peradangan pada sekitar panggul. TBC pada tulang belakang mengalami gejala penonjolan pada tulang belakang. TBC tulang kaki dan tangan terjadi gejala bengkak di persendian kaki atau tangan dan TB tulang lutut mengalami gejala pincang, bengkak pada lutut tanpa alasan yang jelas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.