Mau Sehat Sempurna? Baca Aldodokter

Bagaimana Gejala dan Penyebab Hipertensi Terjadi?

0

Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah Anda lebih tinggi dari 140/90 mmHg.  Angka 140 mmHg merupakan sistolik yaitu saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan angka 90 mmHg merupakan diastolik yaitu pada saat jantung dalam kondisi rileks sambil memompa darah ke bilik-bilik jantung. Sistolik merupakan tekanan maksimal sebab jantung berkontraksi sedangkan diastolik merupakan tekanan terendah diantara kontraksi atau saat jantung dalam keadaan normal. Tekanan darah yang tinggi atau hipertensi disebabkan karena kekuatan aliran darah dari jantung yang menekan atau mendorong dinding arteri atau pembuluh darah. Daya tahan pembuluh darah dan ktivitas yang jantung lakukan seperti sedang olahraga atau dalam kondisi beristirahat, mempengaruhi besarnya kekuatan tekanan darah.

Lalu berapa tekanan darah yang normal? Tekanan darah Anda dikatakan normal ketika angka diastolik dan sistolik berada di angka 120/80 mmHg. Jika hasil pengukuran tekanan darah Anda berada pada angka 140/90 mmHg, maka disebut memiliki tekanan darah yang tinggi.  Jika angka sistolik Anda ada diantara 120-139 atau angka diastolik yang berada di kisaran 80 samai 89, Anda mengalami prehipertensi. Angka ini dikatakan berada di atas normal, sehingga Anda harus tetap menjaga tekanan darah tetap normal agar terhindar dari resiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dan yang perlu diperhatikan, Anda disebut mengalami masalah kesehatan yang serius apabila tekanan sistolik atau diastolik lebih dari 180/110mmHg. Kondisi krisi hipertensi tersebut pelu segera ditangani dokter dan kemungkinan diberi obat darah darurat tinggi.

WHO atau Badan Kesehatan Dunia menyatakan jika saat ini angka orang yang mengalami hipertensi terus meningkat, bahkan diperkirakan akan meningkat di tahun 2025 sebesar 29%. Sedangka di Indonesia sendiri, Kemenkes RI menyatakan bahwa 25,8% penduduk Indonesia mengalami hipertensi. Bahkan diungkap oleh Riskesdas (Data Riset Kesehatan Dasar) bahwa 32,4% angka pengidapnya meningkat. Anda perlu mewaspadai penyakit ini, sebab banyak orang yang tak menyadari jika mengidap hipertensi yang sering disebut sebagai pembunuh diam-diam. Jika sudah terjadi, bahkan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya mulai dari jantung, diabetes, kebutaan, stroke, gagal hinjal dan lainnya.

Pada umumnya, penderita hipertensi tidak merasaka ciri apapun ataupun gejala ringan saja. Tetapi, jika darah tinggi sudah meningkat, maka yang dialami adalah pusing, sakit kepala parah, mual, penglihatan buram, kelelahan, detak jantung tak teratur, nyeri dada, darah dalam urin, sensadi jantung berdetak pada leher, dada dan teinga. Segeralah memeriksakan kesehatan Anda. Apalagi jika tekanan darah lebih tinggi dari 120/80 mmHg, terjadi pusing, mimisan dan bahkan menderita efek samping setelah Anda minum obat darah tinggi. Periksakan tekanan darah Anda secara teratur.

Penyebab tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat disebabkan karena kebiasaanpola makan dan gaya hidup yang tak baik. Mulai dari kebiasaan merokok yang dapat meningkatkan sistolik hingga 4mmHg sebab nikotin di dalamnya yang memicu sistem saraf menyempitkan pembuluh darah sebab zat kimia yang terlepas. Kebanyakan makan makanan asin, makanan olahan, fast food atau makanan kalengan yang mengandung natrium  juga dapat meningkatkan tekanan darah. Maka Anda peru mengurangi konsumsinya. Kemudian tekanan darah tinggi juga dapat disebabkan dari efek samping pemakaian obat perawatan sakit jantung atau obat gagal ginjal. Wnita hamil yang mengguakan terapi penggati horma, konsumsi pil kb dan obat flu juga bisa jadi penyebab hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mari jaga pola hidup sehat, agar tekanan darah Anda senantiasa normal.

Leave A Reply

Your email address will not be published.