Mau Sehat Sempurna? Baca Aldodokter

Bagaimanakah Proses Bayi Tabung? Ini dia Pembahasannya

0

Aldodokter.com – Perlu diketahui bahwa bayi tabung atau inseminasi buatan dimulai sejak tahun 1977 oleh P C Steptoe dan R G Edwards, diikuti dengan lahirnya Louise Brown sebagai bayi pertama hasil program bayi tabung (IVF) di Oldham England pada 25 Juli 1978.

Metode ini semakin berkembang dan semakin diminati hingga saat ini.

Program bayi tabung ini merupakan salah satu metode untuka pasangan suami istri yang menginginkan kehamilan dan biasanya metode ini dilakukan merupakan pilihan terakhir karena telah melakukan berbagai hal pengobatan kesuburan selama beberapa tahun, namun tidak membuahkan hasil.

Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung

Dalam hal ini, ada beberapa faktor yang bisa menentukan keberhasilan prosedur bayi tabung ini. Salah satu faktor utama yang sangat berpengaruh adalah usia wanita itu sendiri.

Dimana, usia optimal dari wanita yang biasanya menentukan keberhasilan proses bayi tabung, yaitu sekitar 23-39 tahun, dengan persentase tertinggi adalah dibawah usia 35 tahun.

Akan tetapi, tingkat keberhasilan kehamilan bayi tabung ini tidak hanya bergantung pada faktor usia saja, namun juga sejumlah faktor termasuk riwayat reproduksi, penyebab infertilitas, dan faktor gaya hidup.

Agar dapat mengetahui hasilnya, maka sebaiknya setelah dilakukan pemindahan embrio ke rahim, bunda harus menunggu waktu selama dua minggu untuk melihat apakah bunda berhasil hamil atau tidak.

Nah, selama menunggu hasilnya, sebaiknya bunda melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasanya. Jangan membuat kondisi bunda menjadi stres karena memikirkan soal kehamilan.

Karena kalau sampai bunda stres, maka justru hal itu bisa menjadi faktor penghambat kehamilannya berhasil.

1. Penunjang Keberhasilan Proses Bayi Tabung

Bagi bunda yang ingin melakukan proses bayi tabung, maka sebaiknya mengonsumsi makanan-makanan yang bergizi guna menunjang kualitas embrio.

Adapun makanan-makanan yang baik itu adalah makanan yang bisa mencukupi kebutuhan nutrisi anda sehari-hari.

Selain itu juga bunda harus menjauhi hal-hal yang bisa menyebabkan gagalnya proses bayi tabung ini.

Misalnya, jika bunda seorang perokok, maka sebaiknya mulai sekarang usahakan untuk tidak merokok.

Selain itu, jangan minum-minuman beralkohol, karena hal ini akan memberikan pengaruh yang kurang baik untuk kesehatan rahim bunda.

Baca juga: Ini Dia Cara Merapatkan Miss V Dengan Mudah

2. Risiko Proses Bayi Tabung

Perlu diketahui bahwa proses bayi tabung ini memiliki risiko yang harus dipertimbangkan oleh bunda dan suami. Salah satu risiko yakni saat prosedur pengambilan sel telur, kemungkinan terjadi infeksi, pendarahan atau menyebabkan gangguan pada usus atau organ lain.

Selain itu, ada juga risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk menstimulusi ovarium, yaitu sindrom hiperstimulasi ovarium.

Efek yang akan dirasakan pun beragam, mulai dari kram atau nyeri ringan, kembung, penambahan berat badan hingga rasa sakit pada perut yang tak tertahankan.

Efek yang berat harus segera ditangani di rumah sakit walaupun biasanya gejala akan hilang saat siklus ovarium selesai.

Bukan hanya itu, masih ada beberaoa risiko lain dari proses bayi tabung ini, yakni risiko keguguran, kehamilan kembar, jika embrio yang ditanamkan ke dalam rahim lebih dari satu, kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah, kehamilan ektopik atau di luar rahim, bayi lahir dengan cacat fisik, stres karena proses bayi tabung bisa menguras tenaga, emosi dan budget tentunya.

Mungkin itu saja artikel kali ini tentang seputar proses bayi tabung. Nah, bagi bunda yang sudah lama menikah namun belum juga hamil, cara bayi tabung ini bisa dicoba.

Baca juga: Memahami Penyebab dan Cara Mengobati Campak Pada Anak

Leave A Reply

Your email address will not be published.