Mau Sehat Sempurna? Baca Aldodokter

Cara Mendidik Anak dalam Islam, Jangan Sampai Keliru!

0

Aldodokter.com – Memang tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa perilaku seorang anak itu sangat tergantung dari cara didikan orang tua terhadapnya.

Ya, jika kita mendidiknya dengan baik dan benar, maka anak tersebut akan memiliki perilaku yang baik pula. Namun jika sebaliknya, jangan heran jika anak itu selalu berperilaku buruk.

Nah, secara kebetulan juga, pada kesempatan kali ini akan mengulas seputar cara mendidik anak dalam Islam. Tanpa banyak panjang lebar lagi, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini.

1. Memperdengarkan Al Quran Sejak Lahir

Tak sedikit dari para ibu hamil yang kerap memperdengarkan musik klasik. Padahal, cara tersebut merupakan kebiasaan orang-orang Yahudi lho!

Dalam ajaran agama Islam, tentu saja para Muslimah yang tengah hamil harus memperbanyak mengaji Al Quran. Selain dapat menenangkan jiwa, membaca Al Quran juga merupakan berkah tersendiri bagi yang membacanya.

Setelah si buah hati lahir ke dunia, sebaiknya bunda harus setiap hari memperdengarkan bacaan Al Quran. Mengapa harus demikian?

Pasalnya, hal tersebut bertujuan agar si kecil terbiasa dengan kalimat-kalimat suci. Jika bunda ingin mempunyai anak yang kelak menjadi seorang hafidz, maka bunda bisa memperdengarkan Al Quran juz 1 dari sejak lahir hingga usia 30 hari. Setelah itu, lanjut ke juz 2 ketika si kecil berusia 2 bulan dan begitu seterusnya.

2. Mengajarkan Dasar-dasar Agama Islam

Menurut informasi yang di dapat, anak yang berusia 3 tahun itu harus diajarkan kalimat tauhid yakni “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.

Ketika si kecil menginjak usia 3 tahun 7 bulan, maka ajarkanlah kalimat “Muhammadar Rasullullah”. Hal itu juga telah dibenarkan dalam sebuah hadist dari H.R Ibnu Abbas.

“Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat Laila ha illallah. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, Laila ha illallah. Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya Laila ha illallah, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.”

3. Mengajarkan Tata Cara Shalat

Ada baiknya jika bunda mengajarkan si kecil membiasakan diri untuk mengambil air wudhu dan menikuti gerakan shalat (meskipun gerakannya belum benar).

Apabila anak sudah terbiasa melihat kedua orangtuanya shalat dan meniru setiap gerakannya, tentu saja kelak nanti akan lebih mudah lagi untuk mengajarinya.

“Suruhlah anak-anakmu shalat ketika berumur tujuh tahun, pukulah mereka jika meninggalkannya setelah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

Baca juga: Memahami Penyebab dan Cara Mengobati Campak Pada Anak

4. Mengajarkan Ilmu Tauhid

Seperti yang sudah disebutkan pada sebuah hadist “Dari Abu Dawud dan Tirmidzi aku telah melihat Rasulullah SAW meng-adzankan Al-Hasan bin Ali pada telinganya saat dilahirkan oleh Fatimah dengan adzan seperti adzan shalat.” (HR. Tirmidzi).

Akan tetapi, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa hadist tersebut cukup lemah, sehingga meng-adzankan pada bayi yang baru lahir itu bukanlah sebuah kewajiban maupun sunnah Nabi.

5. Mengajarkan Ibadah Shaum (Puasa)

Berikutnya cara mendidik anak dalam Islam, yakni mengajarkan si kecil untuk berpuasa sejak dini. Menurut informasi yang di dapat, setidaknya si anak harus mulai belajar berpuasa ketika usianya 6 tahun.

Meskipun si kecil hanya mampu puasa setengah hari ataupun selang-seling, biarkanlah hal itu terjadi. Karena pada dasarnya, mereka masih butuh adaptasi dan proses untuk menyempurnakan ibadah puasanya.

Baca juga: 5 Cara Mengeluarkan Dahak Pada Bayi dengan Mudah dan Aman

Leave A Reply

Your email address will not be published.